Sepasang Kambing Kacang Bujang dan Dara (A Couple of Indonesian Native Kacang Buckling and Doeling)
www.voa-islam.com

Buka mata & wawasan Anda mengenai dunia Islam melalui situs berita Islam.

Google
 

Monday, April 30, 2012

Domba Perah

Domba telah dipelihara untuk diambil susunya selama ribuan tahun dan sudah diperah sebelum sapi. Peternakan domba perah dunia terpusat di Eropa dan negara-negara di dan di sekitar Laut Mediterania. Peternakan domba perah masih relatif baru di Amerika Serikat. Di negara ini terdapat sekitar 100 peternakan domba perah. Peternakan domba perah ini umumnya terdapat di New England dan Upper Midwest. Di New York dan Kalifornia terdapat beberapa peternakan besar domba perah.

Susu domba sangat bergizi, lebih kaya vitamin A, B, dan E, kalsium, fosfor, potasium, dan magnesium dibandingkan dengan susu sapi. Susu domba mengandung lebih banyak asam lemak rantai pendek dan rantai sedang, yang menguntungkan bagi kesehatan. Misalnya, asam lemak rantai pendek kurang berpengaruh terhadap kadar kolesterol pada manusia. Asam lemak rantai pendek ini membuat susu lebih mudah dicerna.

Menurut seorang peneliti Jerman, susu domba mengandung lebih banyak asam linoleat terkonjugasi (CLA) dibandingkan dengan susu dari babi, kuda, kambing, sapi, dan manusia. CLA merupakan lemak pembasmi kanker dan pengurang lemak. Butiran lemak pada susu domba lebih kecil daripada butiran lemak pada susu sapi, sehingga membuat susu domba lebih mudah dicerna.

Susu domba dapat dibekukan dan disimpan sampai tersedia susu dalam jumlah cukup untuk dijual atau dibuat keju. Pembekuan tidak mempengaruhi kualitas pembuatan keju susu domba.

Susu domba memiliki lebih banyak kandungan zat padat dibandingkan dengan susu kambing atau susu sapi. Karena itu, lebih banyak keju yang dapat dibuat dari satu galon susu domba dibandingkan dengan satu galon susu kambing atau susu sapi. Susu domba menghasilkan 18 hingga 25 persen keju, sedangkan susu kambing dan susu sapi hanya menghasilkan 9 sampai 10 persen.

Walaupun domba biasanya menghasilkan lebih sedikit susu dibandingkan dengan kambing dan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan sapi, susu domba dijual dengan harga jauh lebih mahal per kilogram, hampir empat kali lipat harga susu sapi. 

Kebanyakan susu domba yang dihasilkan di dunia dibuat menjadi keju. Sebagian dari keju paling terkenal dibuat dari susu domba: Feta (Yunani, Italia, dan Perancis), Ricotta dan Pecorino Romano (Italia) dan Roquefort (Perancis). Amerika Serikat merupakan importir besar keju susu domba. Susu domba juga dibuat menjadi yogurt dan es krim.

Walaupun semua trah domba betina yang sedang menyusui dapat diperah, sebagaimana spesies ternak lainnya, ada beberapa trah domba yang merupakan trah domba khusus perah. Di seluruh dunia terdapat lebih dari dua belas trah domba perah, tapi hanya beberapa trah domba perah saja yang terdapat di Amerika Serikat: East Friesian dan Lacaune. Trah domba khusus perah menghasilkan 400 hingga 1.100 pon susu per laktasi, sedangkan produksi susu dari trah domba biasa hanya 100 sampai 200 pon susu per laktasi.

Domba East Friesian merupakan trah domba perah yang paling banyak dan paling produktif di dunia. Tingkat produksi susu rata-ratanya 990 sampai 1.100 pon per 220 hingga 240 hari laktasi. Dua trah domba perah lainnya yang sangat produktif adalah trah domba berekor gemuk Awassi dan Assaf dari israel. Di Perancis, domba Lacaune adalah trah domba pilihan untuk membuat keju terkenal Roquefort di negara tersebut.

Di seluruh dunia, domba umumnya diperah secara musiman menggunakan tangan. Ini karena domba perah biasanya dipelihara di daerah terpencil sehingga tidak ada orang yang memelihara sapi. Peternakan domba perah modern menggunakan peralatan mesin canggih untuk memerah susu domba: ruang perah, selang, tangki penampung, dll. Domba betina diperah sekali atau dua kali per hari.

Di Amerika Serikat, domba perah dipelihara dengan berbagai cara. Di sebagian peternakan, domba betina tidak diperah sampai anaknya berumur 30 hingga 60 hari. Peternakan domba perah lainnya membiarkan anak domba menyusu ke induknya selama 8 sampai 12 jam per hari, dan setelah itu anak domba dipisahkan semalam dan induk domba diperah pagi hari keesokan harinya. Setelah anak domba berumur 28 sampai 30 hari, induk domba diperah dua kali sehari.

Hasil susu maksimal diperoleh jika anak domba dipisahkan dari induknya 24 jam setelah lahir dan dipelihara dengan diberi susu pengganti buatan, seperti yang banyak dilakukan di Eropa dan di peternakan sapi dan peternakan kambing. 

Penerjemah Inggris-Indonesia:

Hipyan Nopri

Sumber:
http://www.sheep101.info/dairy.html

No comments:

Post a Comment